Mengenal Lebih Dekat Sejarah Berdirinya Nike, Penemu dan Pendiri Nike

Nike menjadi salah satu merk perlengkapan olahraga ternama di dunia. Berbagai produk mulai dari sepatu, kaos bahkan hingga kaos kaki. Berjajar dengan berbagai merk ternama lain, dulunya Nike juga dimulai dari usaha kecil. Nike didirikan dua nama yakni Bill Bowerman dan Phill Knight. Dari penemu dan pendiri nike tersebut produk Nike memulai langkahnya.

Terungkap Inilah Arti dari Logo Nike : Okezone Lifestyle

Bowerman san Knight sebenarnya adalah pelatih atletik dan atlet tim atletik Amerika. Bowerman yang tidak puas dengan kualitas sepatu buatan AS memilih merancang sendiri sepatu karyanya dan Knight yang menjadi pengguna pertama. Dari situlah pada tahun 1968, keduanya mendirikan Blue Ribbon Sport (BRS) sebelum diberi nama Nike, Bowerman yang menciptakan sepatu dan Knight mengelola manajemen dan pemasaran.

Dari Sejarah, Penemu dan Pendiri Nike

Nama Nike diambil dari nama dewi Yunani yang merupakan dewi kemenangan. Berawal hanya sebagai distributor sepatu Jepang saat masih bernama BRS, kini Nike menjelma sebagai produk ternama sebagaimana nama Nike sebagai kemenangan. Berikut selengkapnya tentang sejarah Nike.

  • Awal Mula Munculnya Nike

BRS menjadi distributor Onitsuka Tiger hingga tahun 1971. Pecah kongsi tersebut menjadikan BRS membangun perusahaan mandiri dan membuat gebrakan dengan nama baru yakni Nike. Produk pertamanya adalah sepatu bola pada tahun yang sama. Namun nama Nike baru secara resmi dikenalkan pada setahun berikutnya.

Strategi Nike cukup baik dengan menggandeng atlet ternama dalam pronosinya. Ilie Năstase, seorang atlet cabang olahraga tenis menjadi atlet profesional pertama yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan Nike. Cara ini terbilang sukses di masa awal perkembangan Nike yang dengan cepat dikenal dan dipercaya para pembeli. Nama besar atlet cukup memberi pengaruh reputasi Nike yang baru dimulai. Kelihaian pemasaran Nike dapat dilihat dari atlet yang diajak bekerja sama. Tidak hanya atlet berprestasi, Nike juga menggandeng atlet yang dikenal dan kontroversial. Seperti John McEnroe, atlet olahraga cabang tenis yang menarik perhatian dengan gaya interupsinya.

Tidak butuh waktu yang lama,  tahun 1979 Nike mulai dikenal di negara-negara bagian Amerika Serikat. Popularitas tersebut tidak disiakan dengan penggembangan produk berupa pakaian serta  peralatan olahraga untuk berbagai cabang olahraga.

  • Di Balik Logo Nike

Logo Nike sangat sederhana namun dapat begitu melekat dalam ingatan. Logo Nike tersebut berbentuk tanda centang benar, atau biasa  disebut swoosh. Logo yang outentik dan orisinil tersebut merupakan kreasi dari Carolyn Davidson, mahasiswa desain grafis di Portland State University pada tahun 1971.

Filosofi logo swoosh tersebut berkaitan dengan nama Nike. Nama Nike yang diambil dari nama dewi kemenangan dalam mitologi Yunani, lalu logo swoosh menggambarkan sayap yang terdapat pada patung Dewi Kemenangan.

Logo Swoosh untuk kalo pertama dikenalkan kepada publik ppada Juni 1972 bertepatan US Track dan Field Olympic Trials di Eugene, Oregon.  Selain logo, slogan Nike yakni “Just Do It” juga populer dan sangat melekat hingga saat ini.

  • Cerita Cetakan Wafel pada Sepatu Nike

Suatu hari tahun 1971 Bowerman sedang menyantap sarapan wafel buatan sang istri. Bowerman mengamati pola cetakan pada wafel, ia pun membayangkan sebuah sepatu dengan pola khusus seperti wafel pada bidang tapaknya. Pola demikian dapat lebih kuat mencengkeram   trek sehingga pemakainya tidak perlu khawatir terpeleset.

Sebelum mendirikan perusahaan, Bowerman memang telah menaruh perhatiannya pada sepatu olahraga. Berkali-kali ia beraurat kepada produsen mengusulkan agar membuat sepatu lari yang baik, namun usaha tersebut sia-sia. Bowerman lalu belajar membuat sepatu dari tukang sepatu lokal. Tidak hanya belajar teknik, ia belajar mulai dari mendesain sendiri hingga membuatnya sendiri. Dan Phil Knight menjadi atlet pertama yang memakai sepatu buatannya.

Bowerman berusaha menemukan  sepatu yang nyaman digunakan pelari. Berbagai eksperimen dilakukan seperti pemilihan bahan dan desain paling ideal. Ia berharap dapat menemukan bahan paling ideal, yang ringan, elastis dan tahan lama. Hingga mendapat inspirasi dari wafel yang telah membantu hidup Bowerman dan bisnis yang dikelolanya. Ia pun mulai mendesain sepatu buatannya. Menggunakan cetakan wafel urethane meleleh dicetak menjadi sol sepatu. Bowerman kemudian mendapatkan hak paten atas inovasi tersebut pada 1974.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *