Review Perkembangan Nike

Siapa yang tidak kenal dengan Nike? Semua orang terutama penggemar olahraga pasti sangat familiar dengan brand olahraga ini. Nike merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang yang khusus memproduksi berbagai jenis perlengkapan olahraga. Brand dengan logo centang ini berbasis di Amerika Serikat. Nah, dalam artikel kali ini akan membahas tentang seputar Nike, mulai dari sejarah logo Nike, perkembangan bisnis Nike di Amerika Serikat hingga di Indonesia.

  1. Sejarah Logo Nike

Bagi sebuah perusahaan, logo merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena logo ini merupakan suatu yang akan menggambarkan/memberikan penjelasan tentang sebuah perusahaan maupun produk. Sehingga penentuan logo ini membutuhkan pertimbangan tersendiri. Karena dengan adanya logo ini, menjadi suatu simbol agar masyarakat bisa mengingat produk yang mereka buat. Seperti yang diketahui bahwa logo Nike ini sangat sederhana berupa tanda centang yang biasanya diikuti dengan semboyan “Just Do It” ini ternaya memiliki arti yang sangat mendalam.

Perlu diketahui bahwa kata Nike ini artinya “Dewi kemenangan dan keberhasilan” yang dipercayai oleh bangsa Yunani. Sehingga dengan menggunakan lambang tersebut diharapkan oleh perusahaan Nike ini akan selalu memberikan keberhasilan dan  kemenangan bagi para konsumen yang menggunakannya. Dalam hal ini, Philip Knight, selaku pendiri Nike ini pun memesan sebuah logo untuk dijadikan simbol dari perusahaannya itu. Lalu pada tahun 1971, logo Nike ini didesain oleh seorang ahli grafis yang bernama Carolyn Davidson. Philip Knight ini sangat dikenal sebagai orang yang sangat selektif, sehingga sempat beberapa kali terjadi perubahan bentuk logo untuk perusahaannya itu, yang akhirnya pada tahun 1995 Knight memutuskan pilihannya kepada logo Nike Swoosh.

  1. Perkembangan Nike Di Amerika Serikat

Kehadiran Blue Ribbon Sport telah mampu menarik banyak perhatian dari konsumen Amerika. Hal ini terjadi berkat kepiawaian Phill yang menghasilkan eksperimen dengan membuat sebuah produk yang inovatif, terutama dari segi desain yang anti mainstream. Tingginya antusias masyarakat Amerika akan produk Blue Ribbon Sport ini bisa terlihat dari toko ritel resminya yang berada di kawasan Pico Boulevard, Santa Monica California. Yang menariknya, toko Blue Ribbon Sport ini merupakan cikal bakal kelahiran Nike.

  1. Perkembangan Nike Di Indonesia

Perlu diketahui bahwa produksi sepatu Nike telah beroperasi sejak tahun 1988 dimana hampir sepertiga dari total koleksi Nike diproduksi di Indonesia. Dalam hal ini, Tony Brand selaku koordinator brand Nike Indonesia menyatakan pada konferensi pers-nya pada November 1994 telah memiliki 11 kontraktor. 11 diantaranya merupakan perusahaan yang semula berasosiasi dengan Nike Korea Selatan dan Taiwan. Selain itu, basis-basis produksi tersebut juga memproduksi brand-brand lain seperti Puma, Adidas, dan Reebok.

Dalam hal ini, Nike dan kontraktornya yang berada di Indonesia ternyata memiliki hubungan yang cukup dekat dimana setiap karyawannya melakukan quality control terhadap kualitas produk yang sesuai dengan standar brand Nike. Sampai saat ini basis produksi sepatu Nike telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Beberapa diantaranya berada di daerah Tangerang dan Serang yang lokasinya tidak jauh dengan ibukota Jakarta. Perlu diketahui bahwa pabrik-pabrik yang memproduksi sepatu Nike di Indonesia ini mayoritas manajemennya dipegang oleh Korea. Sedangkan manager tingkat menengah, hingga supervisor berasal dari Korea dan Indonesia. Sementara di bagian produksinya berasal dari Indonesia yang kebanyakan kaum perempuan dengan rentang usia antara 16-22 tahun.

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar Nike yang hingga seakrang produk-produknya banyak dicari oleh masyarakat di seluruh dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *