Sejarah Perkembangan Nike Dari Masa ke Masanya

Siapa sih diantara kita yang tidak kenal dengan brand Nike? Pada mulanya, brand Nike dikenal dengan nama Blue Ribbon Sports (BRS) yang didirikan oleh Philip Knight dan Bill Bowerman pada Januari 1964 silam lalu. Pada masa itu, BRS hanya beroperasi sebagai distributor untuk pembuatan sepatu asal Jepang, yakni Onitsuka Tiger. BRS menggagas impor sepatu lari dari Jepang, agar bisa bersaing dengan brand asal Jerman yakni Adidas dan Puma.

Pada saat itu, brand Adidas dan Puma memang sangat mendominasi di pasar Amerika Serikat. BRS mulai menjual sepatu buatannya dengan cara berkeliling dari satu stadion ke stadion lainnya. Perlahan tapi pasti, penjualan mereka pun selalu mengalami peningkatan cukup signifikan pada setiap bulannya.

Perkembangan Nike Tahun 1970an

Memasuki tahun 1970an, Bill dan Knight menyadari adanya revolusi jogging dan mulai memasarkan produk sepatu untuk pelari non-profesional. Tak lama kemudian, perusahaan mereka segera membuka pasar yang lebih luas dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu fashion. Hasilnya, sepatu buatan BRS berhasil menarik semua kalangan, mulai dari kalangan anak hingga dewasa.

Perkembangan Nike Tahun 1971

Di tahun 1971, akhirnya BRS memutuskan untuk tidak menjalin kerjasama lagi dengan Onitsuka Tiger. Pasalnya, BRS sudah berani memproduksi sepatunya sendiri. Sepatu pertama yang dijual BRS ke masyarakat luas, yakni berupa sepatu sepak bola bernama Nike yang dirilis pada musim panas 1971.

Perkembangan Nike Tahun 1972

Selang satu tahun, BRS mulai memperkenalkan merk pertama sepatu Nike dengan nama yang sama. Istilah Nike itu sendiri diambil dari mitologi Yunani, yang berupa dewi kemenangan dan keberhasilan.

Perkembangan Nike Tahun 1978

Memasuki tahun 1978, barulah BRS, Inc secara resmi berganti nama menjadi Nike, Inc. Produk sepatu dan pakaian olahraga Nike sangat mudah dikenali berkat logi Swoosh dan slogan “Just Do It”. Semenjak itu, Nike pun menggandeng bebeapa atlet propfesional ternama untuk memasarkan produkya.  Logo Swoosh tersebut dibuat oleh seorang mahasiswa desain grafis di Portland State University, yakni Carolyn Davidson.

Perkembangan Nike Tahun 1979

Produk sepatu-sepatu Nike mulai digemari dan populer di Negara-negara bagian. Bahkan, item lainnya pun tidak kalah laris seperti baju, topi, jaket, tas, dan perlengkapan olahraga lainnya. Alhasil, Nike berhasil menguasai setengah pasar di AS dengan pendapatannya yang mencapai US$ 149 juta.

Perkembangan Nike Tahun 1980

Memasuki pertengahan tahun 1980, posisi perusahaan Nike pun tampak semakin kokoh. Namun, Nike mendapat serangan mendadak dari brand Reebok.

Perkembangan Nike Tahun 1990

Memasuki tahun 1990an, Nike kembali menguasai pasar semenjak menggaet Michael Jordan sebagai brand ambassadornya. Nike merilis produk sepatu basket terbarunya bernama “Air Jordan”, sehingga mampu bersaing dan mengalahkan Reebok. 

Sejarah Masuknya Nike ke Indonesia

Menurut informasi yang didapat, Nike sudah memasuki Indonesia pada tahun 1988 silam lalu. Seperti yang diungkapkan oleh Tony Band selaku Koordinator perusahaan Nike di Indonesia, yang menyebutkan bahwa perusahaan yang digunakan di Indonesia berjumlah 11 kontraktor. Diantaranya adalah bekas-bekas basis peusahaan asosiasi Nike di Korea Selatan dan Taiwan, yang juga pada waktu yang sama bekerja untuk brand lain seperti Reebok, Adidas, dan Puma.

Hubungan antara Nike dengan kontraktor di Indonesia terbilang cukup harmonis, dimana setiap personil Nike di Indonesia selalu memeriksa kualitas dan pengerjaan yang memenuhi persyaratan ketat Nike.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *