STRATEGI BISNIS NIKE AGAR MENJADI BRAND TERKENAL DI DUNIA

Nike adalah brand sepatu terkenal asal amerika yang didirikan oleh Bill Bowerman dan Phil Knight pada 1964 silam. Nike kini telah menjadi brand yang sangat berkelas dan ketika memakainya akan menambah rasa percaya diri dan gengsi. Awal mula Nike dibentuk yaitu dengan pinjaman modal sebesar Rp 16 juta rupiah saat ini dan menamakan Blue Ribbon Sport pada tahun 1964 dan menjadi Nike pada tahun 1971. Strategi bisnis yang dilakukan oleh Nike sangat matang dan royal. Ingin tahu mengapa Nike bisa berkembang begitu pesat hingga sekarang? Simak penjelasan strategi bisnisnya dibawah ini.

Swoosh - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

  1. Melakukan Investasi Besar-besaran

Strategi pertama yang dilakukan Nike untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan melakukan inventasi besar pada pemasaran. Yang dilakukan Nike beriventasi pemasaran yaitu melalui iklan dan sponsorship. Pada tahun 2014, Nike mengeluarkan anggaran pemasaran yaitu sebesar Rp 42 Triliun. Dan pada tahun 2016, Nike melakukan inventasi pemasaran sebesar Rp 46 Triliun. Biaya tersebut lebih banyak digunakan untuk membayar atlit dan selebriti untuk mempromosikan brand Nike pada iklannya. Seperti yang kita tahu ada mega bintang sepak bola, Cristiano Ronaldo, hingga petenis Roger Federe.

  1. Selalu Berinovasi

Strategi selanjutnya yang dilakukan Nike yaitu selalu berinovasi dengan berbagai fitur dan teknologi yang canggih. Kita bisa lihat seperti sepatu Nike Air Max, sepatu ini dirilis pada tahun 1987 dan mereka melakukan inovasi pada sepatu tersebut teknologi  Air Sole unit pada bagian pijakan demi menjaga kenyamanan penggunannya. Teknologi Air Sole berfungsi untuk mengurangi resiko cedera dan membuat pengguna akan berlari sangat lembut. Strategi bisnis untuk terus berinovasi ini membuat Nike semakin berkembang pesat. Terbukti Nike AirMax menjadi tipe sepatu terlaris yang pernah mereka ciptakan.

  1. Tidak Berfokus Pada Satu Jenis Produk

Ketika brand sudah naik dan laris dipasaran, maka Nike melebarkan sayap tidak hanya satu jenis produk saja. Mereka mengakuisisi beberapa merk besar dibawah naungan Nike. Strategi bisnis inilah yang membuat mereka sukses hingga saat ini. Contohnya ketika tahun 2003, Nike melakukan akuisisi brand Converse dan juga nike mengakuisisi pendiri brand Hurley sehingga Hurley kini menjadi brand yang sangat laris.

  1. Kualitas Adalah Segalanya

Strategi bisnis selanjutnya yaitu Nike selalu mementingkan kualitas dari setiap produk yang mereka ciptakan. Mereka selalu memberikan kualitas produk yang menjamin setiap pemilik yang menggunakannya akan tahan lama sehingga wajar jika produk Nike cukup mahal. Mereka juga selalu menjaga kepuasan konsumen dan menjadi perhatian penuh sehingga kini semua konsumen puas dengan produk Nike dan setiap mengeluarkan produk, pasti barangnya cepat habis.

 

 

 

  1. Selalu Berusaha Menjadi Yang Terdepan

Nike selalu berupaya untuk menjadi produk Brand yang selalu terdepan. Yang seperi kita tahu bahwa pesaing terberat Nike yaitu Adidias. Untuk kualitas sapatu dari kedua brand itu hampir sama maka dari itu Nike terus berusaha untuk menjadi no. 1 di dunia. Contoh yang pernah Nike lakukan yaitu penjualan pada online store. Nike memulai online store pada tahun 1999, pesaingnya Adidis membuka online store pada tahun 2006. Bisa kita lihat bahwa Nike selalu ingin berusaha untuk menjadi brand terdepan diantara pesaingnya.

  1. Melakukan Kolaborasi dengan Pihak Lain

Strategis bisnis lainnya yang dilakukan Nike yaitu melakukan kerjasama dengan pihak lain. Sebagai contoh pada kaos jersey bola, Nike mensponsori Kaos jersey tim sepakbola hampir diseluruh kompetensi sepak bola di dunia. Ini merupakan trick jitu karena saat pertandingan, masyarakat akan melihat logo Nike pada kaos jersey, Billboard pembatas dan lain yang berada di stadion.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *