Strategi Nike Untuk Menguasai Pasar

Siapa yang tidak kenal dengan Nike? Semua orang terutama penggemar olahraga pasti sangat familiar dengan brand olahraga ini. Nike merupakan sebuah perusahaan berbasis di Amerika Serikat ini bergerak di bidang yang khusus memproduksi berbagai jenis perlengkapan olahraga

Sebelum terkenal dengan nama “Nike”, brand ini mengawali bisnisnya dengan nama “Blue Ribbon Sports” yang bermarkas di Oregon. Nike ini didirikan pertamakali pada 25 Januari 1984 oleh Philip Knight dan Billy Bowerman. Yang menariknya, Philip Knight ini merupakan seorang atlit lari dan Billy Bowerman merupakan pelatihnya. Awalnya, Nike.Inc ini merupakan perusahaan distributor dari Jepang, yakni Onitsuka Tiger. Kemudian, pada tahun 1971 Nike mulai membuat produk sendiri dengan nama brand Nike yang didirikan oleh Jeff Johnson. Adapun tujuan perusahaan Nike terbentuk adalah untuk menghadirkan produk sepatu atletik dengan kualitas bagus namun dengan harga yang relatif murah dibandingkan sepatu yang berada di pasaran.

Nah, untuk menguasai pasar tersebut Nike telah melakukan berbagai macam strategi, diantaranya yaitu :

  • Pemasaran Yang Maksimal

Untuk menguasai pasaran, Nike melakukan investasi besar-besaran ke pemasaran. Dimana, pemasaran ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari iklan dan sponsorship. Dalam pemasaran ini, Nike tidak tanggung-tanggung untuk menggelontorkan dananya, sepanjang tahun 2014 saja Nike sudah mengeluarkan dana sekitar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliunan. Artinya setiap detiknya Nike mengeluarkan uang US$ 100 untuk iklan saja. Cara sama dilakukan pada tahun 2016, namun angkanya sedikit lebih besar yakni sekitar US$ 3,3 miliar atau Rp 46 triliunan. Dana sebesar itu lebih banyak digunakan untuk membayar para atlet dan selebriti sebagai bintang iklannya. Diantaranya petenis Riger Federer, Cristiano Ronaldo, Ronaldihno, Michael Jordan, hingga Tiger Woods. Nike memulai cara pemasaran produknya lewat iklan di televisi sejak tahun 1982.

  • Selalu Berinovasi

Sebagai brand sepatu olahraga ternama di dunia, Nike tidak pernah berhenti untuk terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang terbaik. Bahkan, berbagai teknologi serta fitur-fitur canggih mereka sematkan di setiap tipe produk sepatunya. Contohnya saja seperti Nike Air Max, dimana sepatu yang pertamakali dirilis pada tahun 1987 ini telah melakukan terobosan baru dengan menciptakan sepatu yang sangat nyaman bagi penggunannya dengan menyematkan teknologi Air Sole Unit di bagian pijakannya. Teknolgi ini berbentuk seperti gelembung udara yang memungkinkan para pengunannya bisa menapak dengan sangat lembut, dan mengurangi risiko cedera. Semula banyak orang yang meragukan teknologi ini, dimana mereka mengira lapisan usara yang terlihat dari luar itu akan mudah robek, namun kenyataannya aman-aman saja hingga kini.

  • Tidak Terpaku Dengan Satu Produk dan Melakukan Ekspansi

Merasa tidak puas dengan hasil yang selama ini mereka peroleh, walaupun sebenarnya Nike ini dibilang sudah laris di pasaran. Akhirnya, para manajemen Nike mengakuisisi beberapa merek besar untuk berada di bawah naungan Nike Inc. Strategi bisnis inilah yang membuat Nike tetap jaya dan sukses hingga kini. Lalu pada thun 2003, Nike telah mengakuisisi Converse yang telah berdiri sejak tahun 1908 untuk berada di bawah bendera Nike. Selain Converse, Nike Inc juga membeli pakaian olahraga surfing, Hurley.

  • Selalu Memprioritaskan Kualitas Produknya

Supaya tetap bisa bersaing dengan para kompetitornya, Nike selalu memprioritaskan setiap kualitas produknya yang mereka ciptakan. Dalam hal ini, mereka berani menjamin produk yang diluncurkannya itu bisa awet dan tahan lama, sehingga tidak aneh kalau setiap produk Nike dibandrol dengan harga yang cukup mahal.

Di Indonesia sendiri, produksi sepatu Nike sudah beroperasi sejak tahun 1988, dimana pada saat itu hampir dari sepertiga total koleksi Nike tersebut diproduksi di Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *